HomeBeritaArtikel DakwahSaring Dulu Sebelum Sharing

Saring Dulu Sebelum Sharing

Surabaya – Di zaman ketika jari lebih cepat daripada hati, dan layar lebih dekat daripada nurani, kita sering lupa: setiap kata yang kita sebarkan (sharing) bukan sekadar huruf—ia adalah jejak. Jejak yang akan berjalan, melintasi waktu, mengetuk pintu-pintu tak terlihat, lalu kembali kepada kita… sebagai pahala, atau justru luka yang bernama dosa.

Saringlah sebelum berbagi. Diamkan sejenak di ruang batin, biarkan ia diuji oleh kejujuran dan niat.
Apakah ia benar? Apakah ia membawa terang, atau justru menyalakan api prasangka?
Apakah ia menuntun pada kebaikan, atau menggiring pada kegelisahan?

Betapa halus perbedaan antara amal jariyah dan dosa jariyah. Keduanya sama-sama mengalir…
Namun yang satu menumbuhkan taman di akhirat, sedang yang lain menanam duri yang tak henti melukai.

Jangan sampai kita tergesa ingin menanam pahala, namun benih yang kita tebarkan justru keburukan yang berbuah panjang.
Sebuah kabar yang tak disaring, sebuah kata yang tak ditimbang, dapat menjelma gelombang yang merusak banyak hati.

Ingatlah…
Allah Maha Menyaksikan setiap sentuhan jari, malaikat mencatat bahkan bisikan niat di baliknya.
Maka sebelum “kirim” kita tekan, tanyakan pada jiwa yang paling dalam:
Apakah ini akan mendekatkanku kepada ridha-Nya, atau menjauhkan tanpa kusadari?

Biarlah yang kita bagikan menjadi cahaya yang mengalir tanpa henti, menjadi doa yang hidup di lisan orang lain,
menjadi kebaikan yang terus tumbuh meski kita telah tiada. Karena pada akhirnya, yang kembali kepada kita bukan seberapa banyak yang kita bagikan— melainkan apa yang kita sebarkan. (shp/ipg)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments